Kamis, 25 Februari 2016

tugas cerpen



DUA SAHABAT
            Sama seperti siang siang hari yang lalu, siang ini pun kantin SMA Gemilang tampak ramai. Jam istirahat begini hampir semua siswa memilih untuk mengisi perut atau sekadar membasahi tenggorokan. Aroma berbagai makanan bercampur dengan riuh rendah gelak tawa para siswa.
            Waktu dua puluh menit yang sangat berharga, di sana terlihat dua anak perempuan membawa beberapa jajanan yang mereka beli disalah satu bilik kantin. Itulah mereka, dua sahabat yang sedari kecil selalu bersama. Tapi siapa yang tau, apakah mereka akan selalu bersama?
***
            Hari masih pagi. Kelas 1E tampak begitu sepi. Beberapa meja memang terlihat ada di atasnya, tetapi para pemiliknya entah berad dimana. Di atas sebuah meja di barisan tengah, tergeletak sebuah tas berwarna coklat berhias corak-corak abstrak diseluruh bagiannya.
            Setelah meletakkan tas di mejanya, Rinjani langsung melangkah keluar kelas mencari si pemilik tas berwarna coklat tadi. Pagi pagi begini, kemana perginya Lestari kalau bukan ke perpustakaan sekolah.
“Tari … “ Sapa Rinjani kepada sahabatnya. Tepat seperti dugaannya, Lestari pagi itu memang pergi ke perpustakaan. Tapi yang biasanya mereka sangat akrab, sekarang berubah terbalik. Lestari hanya menjawab sapaan sahabatnya itu dengan lirikan mata, dan anehnya Lestari tiba-tiba pergi menjauh dari Rinjani, sambil mengusap air mata. Rinjani sangat bingung , apa yang terjadi?

***
            Tiba-tiba langkahnya berhenti mendadak tepat di depan rumah sahabatnya. Dia melihat sahabatnya sedang duduk termangu di depan jendela, di sana pula dia melihat mata sahabatnya begitu sembab. Ada apa dengan dia?
***
            Belum sempat Rinjani mengganti seragam sekolahnya, dia langsung lari ke rumah Lestari. Rinjani sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya setelah ia melihatnya kemarin. Kekhawatiran itu diperkuat dengan tidak hadirnya Lestari di sekolah tadi. Rinjani berlari sekuat tenaga, dan akhirnya ia smpai di tempat tujuannya, rumah Lestari. Tiba-tiba sebuah mobil keluar dari garasi dan di dalam mobil itu Lestari melambaikan tangan pada Rinjani “Selamat tinggal Rinjani ayunda,aku akan ke Palembang dan tinggal di sana. Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi”. Teriak Lestari yang semakin mengecil seiring dengan perginya mobilnya meninggalkan berbagai kenangan bersama Rinjani, sahabatnya. Rinjani berlari pulang, mengunci dirinya di kamar menangis selama berjam –jam. Kenapa kau pergi Lestari .

***
            “Pemirsa, sekitar pukul 19.00 WIB, pesawat R-130 Bogor – Palembang mengalami kecelakaan di udara. Diduga pesawat tersebut mengalami kerusakan pada slah satu mesin. Saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.”                                Gelap sudah dunianya, ia telah kehilangan sahabat terbaiknya untuk selamanya.
***
            “hahaha … aku juga tahu itu, ingatkah kamu dengan tempat favoritku di SMA dulu Jani?” Tanya sahabtnya itu,
            “tentu. Tak satupun ingatan yang aku lupakan saat bersamamu sahabatku.” Jawab Rinjani sembari memeluk sahabatnya itu, tak ingin Lestari pergi seperti dulu.
            Bercanda, bersenda gurau, dan tertawa bersama. Sesuatu yang sudah tidak biasa dari mereka. Itulah mereka, Rinjani dan Lestari. Dua sahabat yang takkan terpisahkan. Kalian piker Lestari sudah meninggal? Keterlaluan. Mereka berdua takkan terpisahkan, karena Mereka adalah Sahabat.

SELESAI
***