DUA SAHABAT
Sama seperti siang siang hari yang
lalu, siang ini pun kantin SMA Gemilang tampak ramai. Jam istirahat begini
hampir semua siswa memilih untuk mengisi perut atau sekadar membasahi
tenggorokan. Aroma berbagai makanan bercampur dengan riuh rendah gelak tawa para siswa.
Waktu dua puluh menit yang sangat
berharga, di sana terlihat dua anak perempuan membawa beberapa jajanan yang
mereka beli disalah satu bilik kantin. Itulah mereka, dua
sahabat yang sedari kecil selalu bersama. Tapi siapa yang tau, apakah mereka
akan selalu bersama?
***
Hari masih pagi. Kelas 1E tampak
begitu sepi. Beberapa meja memang terlihat ada di atasnya, tetapi para
pemiliknya entah berad dimana. Di atas sebuah meja di barisan tengah,
tergeletak sebuah tas berwarna coklat berhias corak-corak abstrak diseluruh
bagiannya.
Setelah meletakkan tas di mejanya,
Rinjani langsung melangkah keluar kelas mencari si pemilik tas berwarna coklat
tadi. Pagi pagi begini, kemana perginya Lestari kalau bukan ke perpustakaan sekolah.
“Tari … “
Sapa Rinjani kepada sahabatnya. Tepat seperti dugaannya, Lestari pagi itu
memang pergi ke perpustakaan. Tapi yang biasanya mereka sangat akrab, sekarang
berubah terbalik. Lestari hanya menjawab sapaan sahabatnya itu dengan lirikan
mata, dan anehnya Lestari tiba-tiba pergi menjauh dari Rinjani, sambil mengusap
air mata. Rinjani sangat bingung , apa yang terjadi?
***
Tiba-tiba langkahnya berhenti
mendadak tepat di depan rumah sahabatnya. Dia melihat sahabatnya sedang duduk
termangu di depan jendela, di sana pula dia melihat mata sahabatnya begitu
sembab. Ada apa dengan dia?
***
Belum sempat Rinjani mengganti
seragam sekolahnya, dia langsung lari ke rumah Lestari. Rinjani sangat khawatir
dengan keadaan sahabatnya setelah ia melihatnya kemarin. Kekhawatiran itu
diperkuat dengan tidak hadirnya Lestari di sekolah tadi. Rinjani berlari sekuat
tenaga, dan akhirnya ia smpai di tempat tujuannya, rumah Lestari. Tiba-tiba
sebuah mobil keluar dari garasi dan di dalam mobil itu Lestari melambaikan tangan
pada Rinjani “Selamat tinggal Rinjani ayunda,aku akan ke Palembang dan tinggal
di sana. Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi”. Teriak Lestari yang semakin
mengecil seiring dengan perginya mobilnya meninggalkan berbagai kenangan
bersama Rinjani, sahabatnya. Rinjani berlari pulang, mengunci dirinya di kamar
menangis selama berjam –jam. Kenapa kau pergi Lestari .
***
“Pemirsa, sekitar pukul 19.00 WIB,
pesawat R-130 Bogor – Palembang mengalami kecelakaan di udara. Diduga pesawat
tersebut mengalami kerusakan pada slah satu mesin. Saat ini belum diketahui
apakah ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.” Gelap sudah
dunianya, ia telah kehilangan sahabat terbaiknya untuk selamanya.
***
“hahaha … aku juga tahu itu,
ingatkah kamu dengan tempat favoritku di SMA dulu Jani?” Tanya sahabtnya itu,
“tentu. Tak satupun ingatan yang aku
lupakan saat bersamamu sahabatku.” Jawab Rinjani sembari memeluk sahabatnya
itu, tak ingin Lestari pergi seperti dulu.
Bercanda, bersenda gurau, dan tertawa
bersama. Sesuatu yang sudah tidak biasa dari mereka. Itulah mereka, Rinjani dan
Lestari. Dua sahabat yang takkan terpisahkan. Kalian piker Lestari sudah
meninggal? Keterlaluan. Mereka berdua takkan terpisahkan, karena Mereka adalah
Sahabat.
SELESAI
***